SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Nama : Intan Kurniyawati
NIM : 11901001
Kelas : PAI 4A
Makul : Magang 1
Sistem
Evaluasi Pembelajaran
A.
Pengertian Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi
pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan
dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang telah berjalan
agar dapat membuat penilaian (judgement) dan perbaikan yang dibutuhkan untuk
memaksimalkan hasilnya. Istilah evaluasi pembelajaran sering
disamaartikan dengan ujian. Meskipun sangat berkaitan, akan tetapi tidak
mencakup keseluruhan makna evaluasi pembelajaran yang sebenarnya. Ujian atau
tes hanyalah salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menjalankan proses
evaluasi.
Beberapa istilah
evaluasi pendidikan untuk menghindari berbagai
mispersepsi yang biasa terjadi dalam evaluasi, berikut adalah pengertian
istilah atau terminologi yang biasa digunakan dalam evaluasi dan pengukuran,
meliputi: tes, pengukuran (measurement), evaluasi, dan asesmen (assesment)
menurut Mohrens (1984 dalam Asrul dkk, 2015, hlm. 3).
1. Tes,
adalah istilah yang paling sempit pengertiannya dari keempat istilah lainnya,
yaitu membuat dan mengajukan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab. Sebagai
hasil jawabannya diperoleh sebuah ukuran (nilai angka) dari seseorang.
2. Pengukuran,
pengertiannya menjadi lebih luas, yakni dengan menggunakan observasi skala
rating atau alat lain yang membuat kita dapat memperoleh informasi dalam bentuk
kuantitas. Juga berarti pengukuran dengan berdasarkan pada skor yang diperoleh.
3. Evaluasi,
adalah proses penggambaran dan penyempurnaan informasi yang berguna untuk menetapkan
alternatif. Evaluasi bisa mencakup arti tes dan pengukuran dan bisa juga
berarti di luar keduanya. Hasil Evaluasi bisa memberi keputusan yang
profesional. Seseorang dapat mengevaluasi baik dengan data kuantitatif maupun
kualitatif.
4. Asesmen, bisa digunakan untuk memberikan
diagnosa terhadap problema seseorang. Dalam pengertian ia adalah sinonim dengan
evaluasi. Namun yang perlu ditekankan di sini bahwa yang dapat dinilai atau
dievaluasi adalah karakter dari seseorang, termasuk kemampuan akademik, kejujuran,
kemampuan untuk mengejar, dan sebagainya
Pengertian Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli
·
Arikunto
Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan
sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan dapat tercapai
(Arikunto, 2016, hlm. 3).
·
Rina Febriana
Evaluasi pembelajaran adalah
suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi, dalam
menilai (assessment) keputusan yang dibuat untuk merancang suatu sistem
pembelajaran (Febriana, 2019, hlm. 1).
·
Zainal Arifin
Menurut Arifin (2017, hlm. 2)
evaluasi adalah suatu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru
untuk mengetahui keefektifan pembelajaran.
B. Kedudukan Evaluasi Dalam
Pembelajaran
Pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat 1 yang menyatakan bahwa
“evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional
sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak
berkepentingan, di antaranya terhadap peserta didik, lembaga dan program
pendidikan”. Sehingga kedudukan evaluasi pendidikan mencakup semua komponen,
proses pelaksanaan dan produk pendidikan secara total, dan di dalamnya
setidaknya terakomodir tiga konsep, yakni: memberikan pertimbangan (judgement),
nilai (value), dan arti (worth).
C. Tujuan Penilaian Hasil Belajar
Tujuan dari penilaian hasil belajar tentunya sama bersinggungan
dengan tujuan evaluasi belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan. Evaluasi
merupakan faktor penting yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses
pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk benar-benar mengetahui
tujuan evaluasi, agar hal yang ingin dicapai dalam proses evaluasi dapat
terjadi. Tujuan evaluasi hasil belajar menurut Arifin (2017, hlm. 15) adalah
sebagai berikut.
- 1. Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap
materi yang telah diberikan.
- 2. Mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat dan
sikap peserta didik terhadap program pembelajaran.
- 3. Mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil
belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah
ditetapkan.
- 4. Mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
- 5. Seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik
yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu.
- 6. Menentukan kenaikan kelas.
- 7. Menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang
dimilikinya.
D. Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Tujuan evaluasi dalam pembelajaran menurut Nana Sudjana
(2017, hlm. 4) adalah sebagai berikut.
- 1. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga
dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau
mata pelajaran yang ditempuhnya.
- 2. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan
pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah
tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
- 3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni
melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan
pengajaran serta strategi pelaksanaannya.
- 4. Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah
kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
E. Fungsi Evaluasi Pembelajaran
Selain berbagai tujuan di atas, pentingnya evaluasi dalam pembelajaran dapat dilihat dari fungsi atau kegunaan yang dimilikinya. Menurut Arifin (2017, hlm. 15) fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut.
- Fungsi formatif : yakni ini untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta didik.
- Fungsi sumatif : yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata
pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai
pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.
- Fungsi diagnostik : yakni untuk memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan
lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat
digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.
- Fungsi penempatan : yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
.
F. Prinsip Evaluasi
Dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian
Pendidikan pasal 5, dijelaskan bahwa prinsip evaluasi atau penilaian hasil
belajar antara lain adalah sebagai berikut.
- Sahih,
yang berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang
diukur.
- Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang
jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
- Adil,
berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat
istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
- Terpadu,
berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari
kegiatan pembelajaran.
- Terbuka,
berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan
dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
- Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi
dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan
menilai perkembangan kemampuan peserta didik.
- Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah-langkah baku.
- Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi
yang ditetapkan.
- Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari
segimekanisme, prosedur, teknik, teknik, maupun hasilnya.
G. Jenis Evaluasi dalam
Pembelajaran
·
Evaluasi Tes
Tes merupakan suatu alat pengumpul informasi, tetapi jika
dibandingkan dengan alat-alat yang lain, tes bersifat lebih resmi karena penuh
dengan batasanbatasan. Tes mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mengukur peserta
didik dan untuk mengukur keberhasilan program pengajaran. Evaluasi jenis tes sendiri dapat dibagi setidaknya
menjadi dua jenis, yakni: tes uraian (esai), dan tes objektif. Berikut adalah
pemaparannya.
·
Tes Bentuk Uraian (Esai)
Disebut bentuk uraian, karena menuntut peserta didik untuk
menguraikan, mengorganisasikan dan menyatakan jawaban dengan kata-katanya
sendiri dalam bentuk, teknik, dan gaya yang berbeda satu dengan lainnya.
Dilihat dari luas atau sempitnya materi yang dinyatakan, bentuk tes uraian
dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut.
·
Uraian Terbatas
Dalam menjawab soal bentuk uraian terbatas ini, peserta didik
harus mengemukakan hal-hal tertentu sebagai batas-batasnya. Walaupun kalimat
jawaban peserta didik itu beraneka ragam, tetap harus ada pokok-pokok penting
yang terdapat dalam sistematika jawabannya sesuai dengan batas-batas yang telah
ditentukan dan dikehendaki dalam soalnya.
·
Uraian Bebas
Peserta didik bebas untuk menjawab soal dengan cara dan
sistematika sendiri. Peserta didik bebas mengemukakan pendapat sesuai dengan
kemampuannya. Oleh karena itu, setiap peserta didik mempunyai cara dan
sistematika yang berbeda-beda. Namun, guru tetap harus mempunyai acuan dan
patokan dalam mengoreksi jawaban peserta didik nanti.
·
Tes Objektif
Tes objektif adalah pengukuran yang berdasarkan pada penilaian
atas kemampuan siswa dengan soal menjelaskan jawaban yang benar atau yang salah
soal dengan bobot nilai yang tetap. Dalam tes ini subjektivitas guru ketika
melakukan pemberian nilai tidak ikut ambil bagian atau ikut berpengaruh.
Terdapat beragam macam tes objektif meliputi beberapa jenis di bawah ini.
- Tes Pilihan Alternatif
- Tes Pilihan Ganda
- Tes Objektif Menjodohkan
Soal bentuk menjodohkan atau memasangkan terdiri dari suatu premis, suatu
daftar kemungkinan jawaban, dan suatu petunjuk untuk menjodohkan masing-masing
premis itu dengan suatu kemungkinan jawaban. Biasanya nama, tanggal/tahun,
istilah, frase, pernyataan, bagian dari diagram, dan sejenisnya digunakan
sebagai premis.
- Tes Bentuk Benar atau Salah
Benar Tes benar salah ditekankan mengandung atau tidaknya kebenaran dalam
pernyataan yang hendak dinilai peserta didik. Peseta didik menjawab dengan
menetapkan apakah pernyataan yang disajikan itu salah atau benar dalam arti
mengandung atau tidak mengandung kebenaran.
·
Evaluasi Non Tes
1. Skala Bertingkat
Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil
pertimbangan. Seperti Oppenheim mengatakan “Rating gives a numerical value
to some kind of judgement” maka suatu skala selalu disajikan dalam bentuk
angka.
2. Angket
Angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan
diukur (responden). Angket merupakan instrumen evaluasi nontes yang berupaya
mengukur diranah afektif di dalam kelas maupun diluar kelas.
3. Daftar Cocok
Yakni deretan pernyataan (yang biasanya singkat-singkat), dimana responden yang
dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√ ) ditempat yang sudah disediakan.
4. Wawancara
Merupakan suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden
dengan cara tanya-jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini
responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan.
5. Pengamatan atau Observasi
Pengamatan atau observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan oleh pendidik
dengan menggunakan indra secara langsung. Pengamatan atau observasi merupaka
suatu kegiatan yang dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan suatu
tindakan telah dilaksanakan dan untuk mengevaluasi ketepatan tindakan yang
dilakukan. Pengamatan dilakukan dengan cara menggunakan instrumen (formulir)
yang sudah dirancang sebelumnya.
Sumber
:
Arifin, Zainal. (2017). Evaluasi
Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Asrul, Ananda, R., Rosnita.
(2015). Evaluasi Pembelajaran. Medan: Citapustaka Media.
Febriana, Rina. (2019). Evaluasi
Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Nana Sudjana. (2017). Penilaian
Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
https://serupa.id/evaluasi-pembelajaran/
Komentar
Posting Komentar