Karakteristik Peserta Didik
Nama : Intan Kurniyawati
NIM : 11901001
Kelas : PAI 4A
Makul : Magang 1
Karakteristik Peserta Didik
A.
Pengertian Karakteristik Peserta Didik
Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat,
watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap.
Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau
kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan
lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya.
Informasi terkait karakteristik peserta didik sangat diperlukan untuk kepentingan-kepentingan
dalam perancangan pembelajaran. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh
Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) karakteristik peserta didik adalah
salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai
latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek
lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap
pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak
terhadap keefektifan belajar. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman atas
karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap
peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa
peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan
dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan
kegiatan pembelajaran.
B.
Ragam Karakteristik Peserta Didik
a.
Gender
Setiap sekolah pada tiap-tiap kelasnya terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan. namun ada juga sebagian sekolah lagi yang kelasnya menerapkan sistem homogen artinya peserta didik laki-laki dan perempuan dipisah. Pada umumnya Kelas yang peserta didiknya homogen dalam proses belajar mengajar tidak sesulit kelas yang peserta didiknya heterogen. Disinilah Peran guru harus mampu menguasai kelas dengan baik dan tidak membeda-bedakan gender.
b.
Etnik
Negara
Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya dan kaya akan etniknya. Namun
berkat perkembangan alat transpotasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada
batas antar daerah/suku dan juga tidak ada kesulitan menuju daerah lain untuk
bersekolah, sehingga dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku
bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa,
Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya. Implikasi dari etnik
ini, pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis
etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya. Data tentang keberagaman etnis di
kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran. Seorang pendidik yang menghadapi peserta
didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik.
c.
Kultural
Meskipun kita
telah memiliki jargon Sumpah Pemuda yang mengakui bertumpah darah yang satu
tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa
persatuan bahasa Indonesia. Namun peserta didik kita sebagai anggota suatu
masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung
budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti
kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang
kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya
yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural.
Implikasi dari
aspek kultural dalam proses pembelajaran ini pendidik dapat menerapkan
pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural menurut Choirul (2016: 187)
memiliki ciri-ciri: 1) Tujuannya membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia
berbudaya (berperadaban). 2). Materinya mangajarkan nilai-nilai luhur
kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis (kultural). 3)
metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman
budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme). 4). Evaluasinya
ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek
persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.
d.
Status
Sosial
Manusia
diciptakan Tuhan dengan diberi rizki seperti berupa pekerjaan, kesehatan,
kekayaan, kedudukan, dan penghasilan yang berbeda- beda. Kondisi seperti ini
juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau sekolah
kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosialekonomi
yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas
kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai negeri,
pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan
orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti
presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau
kepala perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada peserta didik yang berasal
dari keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu,
dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk
saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya
tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat
dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta
didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi
status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan
tidak diskriminatif.
e.
Minat
Minat dapat diartikan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan pada
suatu hal atau aktivitas. Hurlock (1990: 114) menyatakan bahwa minat merupakan
suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang
dipilihnya. Apabila seseorang melihat sesuatu yang memberikan manfaat, maka
dirinya akan memperoleh kepuasan dan akan berminat pada hal tersebut. Lebih
lanjut Sardiman, (2011: 76) menjelaskan bahwa minat sebagai suatu kondisi yang
terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang
dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.
Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya
sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingan orang
tersebut.
C.
Aspek Karakteristik Peserta Didik
Berikut
karakteristik peserta didik ditinjau dari berbagai aspek yaitu sebagai berikut:
1.
Karakteristik
Peserta Didik Berdasarkan Aspek Fisik
Pertumbuhan fisik
adalah perubahan–perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam
pertumbuhan remaja, meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh,
munculnya ciri-ciri kelamin utama (primer) dan ciri kelamin kedua (skunder).
2.
Karakteristik
Peserta Didik Berdasarkan Aspek Intelektual
Thorndike
mengklasifikasikan intelligensi dalam bentuk kemampuan abstraksi yaitu suatu
kemampuan untuk menggunakan gagasan dan simbol-simbol, kemampuan mekanik yaitu
suatu kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan alat-alat mekanis dan
pekerjaan dengan aktivitas indra gerak (sensorymotor), dan kemampuan sosial
yaitu kemampuan menghadapi orang lain disekitar diri dengan cara yang efektif.
3. Karakteristik
Peserta Didik Berdasarkan Aspek Sosio-Emosional
Emosi
merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan
psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya
adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi
terhadaprangsangan dari luar dan dalam diri individu.
4. Karakteristik
Peserta Didik Berdasarkan Aspek Moral
Melakukan
peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Seseorang dapat dikatakan
bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral
yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.
5. Karakteristik
Peserta Didik Berdasarkan Aspek Spiritual
Ciri
utama dari kecerdasan spiritual ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang
untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna.
Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan
seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan
lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi
penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu
kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat
keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang
mengerti akan makna hidupnya serta mengaitkan hubungannya dengan Yang Maha
Kuasa dan Maha pencipta, tergantung dengan kepercayaan yang dianut oleh peserta
didik.
6. Karakteristik
Peserta Didik Berdasarkan Aspek Latar Belakang Social-Budaya
Komentar
Posting Komentar