Manajemen Kelas
Nama : Intan
Kurniyawati
NIM : 11901001
Kelas : PAI 4A
Makul : Magang 1
Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah upaya guru untuk penataan
dan pengaturan kelas dimulai dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan
sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, pemantauan kemajuan siswa dan
mengantisipasi masalah-masalah yang timbul dikelas.
1.
Pengertian Manajemen Kelas Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah definisi dari manajemen
kelas menurut ahlinya.
a.
Suhardian (2009:106)
Pengertian manajemen kelas menurut Suhardian
dkk adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang
efektif dan menyenangkan serta bisa memotivasi siswa untuk belajar dengan baik
sesuai dengan kemampuan. Atau bisa dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan
usaha sadar untuk mengatur aktivitas proses belajar mengajar secara sistematis.
b.
Sulistitirini
(2006:66)
Pengertian
manajemen kelas menurut Sulistiyirini adalah proses atau usaha yang dilakukan
oleh seorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan mewujudkan kondisi
kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang
efektif dan efisien.
c. Djamarah (2000:173)
Pengertian
manajemen kelas menurut Djamarah adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi
kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses iteraksi edukatif
mencapai tujuan pembelajaran.
B. B. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).
Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin,2002:137-144)
C. Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
1.
Prinsip Kesiapan (Readiness)
Kesiapan
belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar
belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan
faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
2.
Prinsip Motivasi (Motivation)
Motivasi
adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke
arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan
bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu
yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan
memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus
bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
3.
Prinsip Perhatian
Perhatian merupakan suatu
strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada
suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek
yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses
pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya
4. Prinsip
Persepsi
Prinsip
umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah
a)
Semakin baik persepsi mengenai
sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut.
b)
Dalam pembelajaran perlu
dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang
salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari
c)
Dalam pembelajaran perlu
diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya
sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.
5. Prinsip
Retensi
Retensi
adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang
mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan
atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali
jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh
peserta didik dalam proses pembelajaran.
6. Prinsip
Transfer
Transfer merupakan suatu
proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam
mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan
pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari.
Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau
diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan
atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak.
D. Aspek Manajemen Kelas
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif (Johnson dan Bany, 1970). Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000) adalah
- mengecek kehadiran siswa;
- mengumpulkan hasil pekerjaan siswa,
memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut;
- pendistribusian bahan dan alat;
- mengumpulkan informasi siswa, mencatat
data pemeliharaan arsip;
- menyampaikan materi pelajaran; dan
- memberikan tugas.
E. Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual. Berbagai pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut:
1. Pendekatan Kekuasaan
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Di dalamnya ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itu guru mendekatinya.
Pengelolaan diartikan secara suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.
4. Pendekatan resep
Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep.
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.
6. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Sesuai dengan namanya, pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behavior modification approach) ini bertolak dari sudut pandangan psikologi behavioral.
Program atau kegiatan yang mengakibatkan timbulnya tingkah laku yang kurang baik, harus diusahakan menghindarinya sebagai penguatan negatif yang pada suatu saat akan hilang dari tingkah laku siswa atau guru yang menjadi anggota kelasnya. Untuk itu, menurut pendekatan tingkah laku yang baik atau positif harus dirangsang dengan memberikan pujian atau hadiah yang menimbulkan perasaan senang atau puas.
Sebaliknya, tingkah laku yang kurang baik dalam melaksanakan program kelas diberi sanksi atau hukuman yang akan menimbulkan perasaan tidak puas dan pada gilirannya tingkah laku tersebut akan dihindari.
7. Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan tercapai secarta maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar siswa. Didalam hal ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut. Oleh karena itu seharusnya guru mengembangkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar pribadi di kelas. Untuk terrciptanya hubungan guru dengan siswa yang positif, sikap mengerti dan sikap ngayomi atau sikap melindungi.
8. Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan in, peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah-masalah pengelolaan.
Komentar
Posting Komentar