PERANGKAT PEMBELAJARAN
Nama : Intan KUrniyawati
NIM : 11901001
Kelas : PAI 4A
Makul : Magang 1
Perangkat Pembelajaran
A. Perangkat Pembelajaran
perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas.
B. Macam-macam Perangkat Pembelajaran
1.
Silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis yang memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar.
Silabus dapat juga diartikan sebagai penjabaran kompetensi inti dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus menjadi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
Fungsi silabus :
Berikut ini adalah beberapa fungsi umum dari silabus.
1. Silabus dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan buku siswa. Buku siswa memuat tentang materi pelajaran, aktivitas peserta didik, dan evaluasi pembelajaran.
2. Silabus menjadi acuan dalam penyusunan rencana pembelajaran, untuk semua kajian mata pelajaran, atau pun pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan penilaian hasil pembelajaran.
3. Hasil pengembangan Silabus dalam bentuk perangkat pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk aktualisasi kurikulum secara operasional pada tingkat satuan pendidikan, sehingga memudahkan guru melakukan pembelajaran.
- Komponen Silabus
Beberapa komponen yang harus ada
dalam silabus adalah sebagai berikut.
1.
Identitas Mata Pelajaran
2.
Identitas Sekolah, memuat nama
satuan pendidikan dan kelas.
3.
Kompetensi Inti (KI), merupakan
gambaran mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan
yang harus dipelajari oleh peserta didik untuk jenjang sekolah, kelas, dan mata
pelajaran.
4.
Kompetensi Dasar (KD), merupakan
kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
terkait muatan atau mata pelajaran.
5.
Indikator pencapaian kompetensi,
adalah perilaku yang dapat diukur atau diamati untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata
pelajaran.
6.
Materi Pokok, memuat fakta, konsep,
prinsip, dan prosedut yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai
dengan rumusan indicator pencapaian kompetensi.
7.
Pembelajaran, adalah kegiatan yang
dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan.
8.
Penilaian, merupakan proses
pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar
peserta didik.
9.
Alokasi Waktu, sesuai dengan
jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu
tahun.
10. Sumber
belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau
sumber belajar lain yang relevan.
2.
RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya pencapaian Kompetensi Dasar (KD). RPP menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran di dalam mencapai sebuah Kompetensi Dasar (KD) yang ditetapkan dalam Kompetensi Inti (KI) dan dijabarkan dalam silabus. Guru berkewajiban menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis. Dengan demikian, pembelajaran akan dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dan memberikan ruang yang cukup.
- Komponen
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri atas komponen-komponen berikut.
1. Identitas sekolah, yaitu nama
satuan pendidikan.
2. Identitas mata pelajaran atau
tema/sub tema.
3. Kelas dan semester.
4. Materi esensial atau pokok.
5. Alokasi waktu.
6. Tujuan pembelajaran.
7. Kompetensi inti.
8. Kompetensi dasar dan indikator
pencapaian kompetensi.
9. Materi pembelajaran.
10. Metode pembelajaran.
11. Media pembelajaran.
12. Sumber belajar
13. Langkah-langkah atau skenario
pembelajaran.
14. Penilaian hasil belajar.
3. Media Pembelajaran
Media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar. Alat ini dapat berupa alat grafik, visual, elektronik dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang disampaikan kepada siswa. Berdasarkan definisi atau pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan ajar kepada siswa oleh guru.
- Manfaat media pembelajaran
Media adalah sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima pesan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman penerima pesan. Sudjana dan Rivai (2013:2) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:
1. Mengajar akan menarik perhatian
siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.
Makna materi pelajaran akan lebih
jelas sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa siswa, dan memungkinkan siswa
untuk lebih menguasai tujuan pembelajaran.
3.
Metode pengajaran akan lebih bervariasi,
tidak hanya narasi verbal melalui kata-kata guru. Agar siswa tidak bosan, dan
guru jangan sampai kehabisan tenaga apalagi saat guru mengajar setiap
pelajaran.
4.
Siswa lebih banyak melakukan
kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan deskripsi guru, tetapi juga
aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
4.
Bahan
ajar
Bahan ajar merupakan suatu bahan/ materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dapat diartikan juga bahwa bahan ajar merupakan komponen pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai bahan belajar bagi siswa dan membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
jenis-Jenis Bahan Ajar
Dalam pengelompokannya bahan ajar dibagi menjadi 5 jenis kelompok besar:
- Bahan ajar yang tidak
diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model;
- Bahan ajar yang
diproyeksikan, seperti slide, filmstrips, overhead transparencies,
proyeksi komputer;
- Bahan ajar audio,
seperti kaset dan compact disc;
- Bahan ajar video,
seperti video dan film;
- Bahan ajar (media)
komputer, misalnya Computer Mediated Instruction (CMI), Computer based
Multimedia atau Hypermedia.
5. LKS
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau penyelesaian masalah. Lembar kerja siswa bisa dalam bentuk panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif ataupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi. LKS merupakan lembaran-lembaran yang berisi tugas yang wajib dikerjakan oleh siswa. LKS pada umumnya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Sebuah tugas yang diperintahkan dalam lembar jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya.
Manfaat Lembar Kerja Siswa (LKS)
Menurut tim instruktur PKG dalam Sudiati (2003 : 1-12), tujuan Lembar Kerja Siswa adalah sebagai berikut :
1. Sebagai alternatif guru untuk dapat mengarahkan pengajaran atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu
2. Dapat mempercepat kegiatan belajar mengajar dan hemat waktu mengajar
3. Dapat mengoptimalkan alat bantu pengajaran yang terbatas karena siswa bisa menggunakan alat bantu secara bergantian
6.
Perangkat evaluasi
Instrumen penilaian hasil belajar
atau instrumen evaluasi merupakan alat (ukur) yang digunakan untuk mengumpulkan
atau mengolah informasi mengenai pencapaian hasil belajar para peserta didik.
Jenis-jenis instrumen evaluasi yaitu berupa tes (subjektif & objektif
melalui kuis, pertanyaan lisan maupun tulisan, dsb) dan non-tes (wawancara,
kuesioner, observasi, dsb).
Instrumen evaluasi ini penting
untuk digunakan oleh para guru agar dapat memperoleh secara langsung informasi
deskriptif maupun informasi judgemental yang
didapatkan dari metode tes maupun non-tes yang sudah disebutkan diatas.
Komentar
Posting Komentar