Manajemen Sekolah
Nama : Intan Kurniyawati
NIM : 11901001
Kelas : PAI 4A
Makul : Magang 1
Manajemen Sekolah
Assalamu'alaikum kali ini saya akan membahas mengenai manajemen sekolah
A. Pengertian Manjemen Sekolah
Secara Ontologis manajemen sekolah dan manajemen pendidikan memiliki pengertian yang sama. Masing-masing mempunyai persamaan yangg sulit buat dibedakan. Secara khususu ruang lingkup manajemen pendidikan pula merupkan ruang lingkup bidang garapan manajemen sekolah. Demikian pula proses kerjanya melalui fungsi yang sama pula. Manajemen pada organisasi sekolah sering kali disebut manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan diartikan juga Administrasi pendidikan. Administrasi pendidikan adalah segenap proses penyerahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, spiritual, maupun material yang bersangkut paut menggunakan pencapaian tujuan pendidikan.
Tujuan pendidikan yang efektif dan efisien merupakan tujuan yang bersifat jelas, mengunakan bahasa-bahasa operasional agar gampang dipahami, penyusunan program wajib menyeluruh dan saling bersinergi menggunakan acara yang lain sebagai akibatnya saling memberi manfaat yang positif.
B. Fungsi Manajemen Sekolah
Fungsi
manajemen sekolah berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah.
Fungsi-fungsi yang berkaitan dengan pengelolaan sekolah dapat diklasifikasikan
menurut wujud problemanya, kegiatan manajemen dan kegiatan kepemimpinan. Fungsi
manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang
garapan (substansi) dari manajemen sekolah. Problema-problema yang merupakan
bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari :
a. Bidang
pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum
b. Bidang
kesiswaan
c. Bidang
personalia
d. Bidang
keuangan
e. Bidang
sarana
f. Bidang
prasarana, dan
g. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas)
Fungsi
manajemen sekolah dilihat dari aktivitas atau kegiatan
manajemen meliputi:
a. Kegiatan manajerial yang
dilakukan oleh para pimpinan. Kegiatan manajerial meliputi :
1) Perencanaan
Perencanaan
tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta
cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan
bahwa : “ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan
organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur,
metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.” Arti penting perencanaan
terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap
kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. T.
Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
(a) membantu manajemen untuk menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan lingkungan;
(b) membantu dalam kristalisasi persesuaian
pada masalah-masalah utama;
(c) memungkinkan manajer memahami keseluruhan
gambaran;
(d) membantu penempatan tanggung jawab lebih
tepat;
(e) memberikan cara pemberian perintah untuk
beroperasi;
(f) memudahkan dalam melakukan koordinasi di
antara berbagai bagian organisasi; (g) membuat tujuan lebih khusus, terperinci
dan lebih mudah dipahami;
(h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti;
dan
(i) menghemat waktu, usaha dan dana.
2) Pengorganisasian
Fungsi
manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). George
R. Terry (1986) mengemukakan bahwa :
“Pengorganisasian
adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara
orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh
kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi
lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.
3) Pengarahan
Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan secara bersama tetap melalui jalur yang telah disepakati bersama, tidak menyimpang yang pada akhirnya dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. Menurut Rifai (1972) secara operasional pengarahan dapat dipahami sebagai pemberian petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan, memberikan bimbingan selanjutnya dalam rangka perbaikan cara-cara bekerja, mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan instruksi yang diberikan agar tidak menyimpang dari arah yang ditetapkan, menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan, dan sebagainya. Jadi pengarahan harus dilakukan oleh pengarah yang mempunyai kemampuan kepemimpinan agar orang yang diarahkan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
4) Pengkoordinasian
Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit, orang-orang, lalu lintas informasi, dan pengawasan seefektif mungkin, semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang telah dibagi, dikerjakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, tidak asal jadi atau sekehendak hatinya saja. Dengan koordinasi yang baik, maka dapat menghindarkan kemungkinan duplikasi dalam pembagian tugas, perebutan hak dan tanggungjawab, ketidakseimbangan dalam berat ringannya pekerjaan, kesimpangsiuran dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab,dsb. Koordinasi yang baik juga dapat menjelaskan bataw waktu kerja yang harus dipertanggungjawabkan, memastikan kejelasan tugas pokok dan fungsi masing-masing, terhindar dari komunikasi yang buruk, semua personal sekolah mendengar apa yang ingin didengarnya dari pimpinan sekolah dan dari rekan sejawatnya, sehingga dapat mengarahkan semua pekerjaan sekolah menjadi lebih efektif dan efisien dan menghasilkan kualitas sekolah yang kompetitif.
5) Pengawasan
Pengawasan
(controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam
suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai
fungsi pengawasan.
Sementara itu,
Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995)
mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses
pengawasan, bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk
menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang
sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang
telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan,
serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua
sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien
dalam pencapaian tujuan – tujuan perusahaan.” Dengan demikian, pengawasan
merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan
dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi
tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan
bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
6) Penilaian
7) Pelaporan
8) Penentuan anggaran
Kegiatan yang bersifat operatif, yakni kegiatan yang dilakukan oleh para pelaksana. Kegiatan ini berkaitan langsung dengan pencapaian tujuan. Artinya,bagaimanapun baiknya kegiatan manajerial (seperti perencanaan) tanpa didukung oleh pelaksanaan pekerjaan yang telah direncanakan tersebut, mustahil tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik. Fungsi operatif ini meliputi pekerjaan-pekerjaan :
1) Ketatausahaan yang dapat merembes dan dapat diperlukan oleh semua unit yang ada dalam organisasi
2) Perbekalan
3) Kepegawaian
4) Keuangan, dan
5) Humas
Dalam suatu
proses kegiatan organisasi kedua fungsi tersebut (fungsi manajerial dan fungsi
operatif) saling menunjang, saling mempengaruhi, saling memerlukan dan saling
mengisi satu sama lain. Dalam setiap fungsi saling memerlukan, sebagai contoh:
bagian kepegawaian dalam pelaksanaannya kepemimpinan memerlukan fungsi
manajerial dari perencanaan sampai dengan penentuan anggaran
(seperti:penggajian, pemberian honor, dan sebagainya).
Fungsi manajemen sekolah dilihat dari kegiatan kepemimpinan lebih ditekankan bagaimana cara manajer dapat mempengaruhi, mengajak orang lain serta mengaturhubungan dengan orang lain agar bekerjasama mencapai tujuan. Dalam hal ini seorang manajer sekolah hendaknya dapat menerapkan pola kepemimpinan yang efektif. Pola kepemimpinan yang efektif adalah suatu gaya atau model kepemimpinan yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relation), dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi dimana kita berada.
C. Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah
Prinsip dalam
tulisan ini landasan-landasan yang dijadikan dasar dalam melaksanakan fungsi
atau pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah. Dalam pengelolaan sekolah agar
dapat mencapai tujuan sekolah dengan baik, maka perlu mendasarkan pada
prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut:
a. Prinsip
efisiensi yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil
yang optimal
b. Prinsip
efektivitas, yakni ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan
c. Prinsip pengelolaan, yakni
seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumbver-sumber daya yang ada
d. Prinsip pengutamaan tugas
pengelolaan, yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya.
Tugas-tugas yang bersifat operatif hendaknya dilimpahkan pada orang lain secara
proporsional. Manakala seorang manajer telah melimpahkan tugas kepada orang
lain, tanggung jawab tetap ada pada pimpinan
e. Prinsip kerjasama, yakni
seorang manajer hendaknya dapat membangun kerjasama yang baik secara vertical
maupun secara horizontal, dan
f. Prinsip kepemimpinan yang efektif, yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh, ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama.
D. Ruang Lingkip Manajemen Sekolah
Ruang
lingkup manajemen pendidikan terbagi menjadi 4 hal, yaitu ruang lingkup menurut
wilayah kerja, ruang lingkup menurut objek garapan, ruang lingkup menurut
fungsi atau urutan kegiatannya dan menurut pelaksana. Untuk ruang lingkup
pertama meliputi manajemen pendidikan suruh negara, manajemen pendidikan satu
provinsi, satu kabupaten/ kota, unit kerja dan manajemen kelas. Manajemen kelas
ini adalah inti dari sebuah manajemen pendidikan tersebut, karena di dalam
kelas proses pengajaran berlangsung.
Ruang
lingkup menurut objek garapan meliputi; manajemen siswa, personil sekolah,
kurikulum, sarana/ material, anggaran, ketata laksanaan, humas dan komunikasi
pendidikan. Sedangkan ruang lingkup menurut fungsi / urutan kegiatan atau yang
disebut juga manajemen administrasi meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, koordinasi, komunikasi dan evaluasi.
Komentar
Posting Komentar