Tugas Meresume Skripsi

MERESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA



  • SAMPUL
AKTIVITAS PEMBELAJARAN DINIYAH DAN EKSTRAKULIKULER
SANTRI DI PONDOK PESANTREN MATHLA'UL ANWAR
TAHUN AJARAN 2016/2017


SKRIPSI

Oleh:

MUHAMMAD RIDWAN


  • MOTTO
''Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah di usahakannya (An-Najm (53) : 39)

Teruslah berusaha dan berdo'a, agar memperoleh hasil yang diinginkan. Di mana ada kemauan di situ ada jalan, lampaui batasmu.

  • ABSTRAK
MUHAMMAD RIDWAN (2013). Penelitian ini brtujuan untuk mengetahui secara jelas tentang: 1) Aktivitas pembelajaran diniyah santri di pondok pesantren Mathla'ul Anwar. 2) Kegiatan ekstrakulikuler santri. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.


  •  DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
MOTTO
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI
A. Hasil Penelitian
B. Aktivtas Santri
C. Pembelajaran Diniyah
D. Kegiatan Ekstrakulikuler

BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Lokasi dan Waktu
C. Sumber Data
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis
F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

BAB IV PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
B. Paparan Data Penelitian
C. Temuan Lapangan
D. Pembahasan

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran Penutup

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

  • KUTIPAN
1. Menurut Azyumardi Azra (2001: 86) mengatakan bahwa dalam pandangan islam, aktivitas di artikan sebagai ''suatu kegiatan positif yang mempunyai tujuan mendapatkan pengetahuan dan dilakukan sesuai dengan fungsi dan tujuan serta di lakukan dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas untuk melakukannya serta mencari keridhoan Allah SWT semata.
(Azyumardi Azra. 2001. Pendidikan Islam. Tradisi Dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta:
Wacana Ilmu)
2. Menurut CC Berg (dalam Suwito Fauzan, 2004: 15) berpendapat bahwa istilah santri berasal dari istilah shastri dalam bahasa India di artikan sebagai orang yang tahu kitab suci agama Hindu.
(Fauzan Suwito. 2004. Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: Angkasa)
3. Menurut (Lexi J. Moleong, 2006: 4) ialah suatu tindakan mengamati orang dalam lingkungan kehidupannya, berinteraksi dengan mereka berusaha memahami bahasa dan tafsiran tentang dunia sekitarnya.
(Lexi J. Moelong. 2006. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya)
4. Menurut (Hasbullah, 2001: 145) membagi menjadi tiga sistem pembelajaran dalam pesantren yaitu: sorogan, bandongan, wetonan.
(Hasbullah. 2001. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada)
5. Menurut (Imam Gunawan, 2015: 143) mengartikan observasi sebagai kegiatan melihat atau menyaksikan suatu peristiwa sebagai kegiatan melihat atau menyaksikan suatu peristiwa dengan melibatkan fikiran guna menghasilkan suatu jawaban atau informasi.
(Imam Gunawan. 2015. Metode Penelitian Kualitatif Teori Dan Praktek. Jakarta: Bumi Aksara)
6. Menurut (Haris HErdiansyah, 2013: 29) '' wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
(Haris Herdiansyah. 2013. Wawancara, Observasi dan Focus Groups Data Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press)
7.Menurut (Burhan Bungin, 2008:108) wawancara mendalam secara ummum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.
(BurhanBungin. 2008. Penelitian Kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik dan ilmu sosial lainnya. jakarta: Kencana)
8. Menurut (Hamid Patilima, 2011:101) Redukasi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan. Redukasi data merupakan bagian analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan akhirnya dapat diartikan dan diverifikasi.
(Hamid Patilima. 2011. Metodelogi Penelitian Kualitatif di Indonesia. Bandung: alfabeta)
9. Menurut (Imam Gunawan. 2015: 219) Triangulasi sumber adalah menggali kebenaran sumber informasi tentunya melalui berbagai sumber memperoleh data.
(Imam Gunawan. 2015. Metode Penelitian Kualitatif Teori Dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara)
10. Menurut Gottschalk ( dalam Imam Gunawan. 2015, 175) kata dokumen seringkali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu yang pertama, berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebaikan dari pada kesaksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, surat resmi dan surat-surat negara seperti surat perjanjian undang-undang, hibah, konsensi dan lainnya.
(Imam Gunawan. 2015. Metodelogi Penelitian Kualitatif Teori Dan Praktik. jakarta: Bumi Aksara)

  • DAFTAR PUSTAKA 


  1. Azyumardi Azra. 2001. Pendidikan Islam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Wacana Ilmu.
  2. Burhan Bungin. 2008. Penelitian Kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana.
  3. Fauzan Suwito. 2004. Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: Angkasa.
  4. Haidar Putra Dauly. 2004. Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia. Jakarta: Kencana.
  5. Hamid Patilima. 2011. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  6. Haris Hardiansyah. 2013. Wawancara, Observasi, dan Focus Groups Data Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press.
  7. Hasbullah. 2001. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  8. Imam Gunawan. 2015. Metode Penelitian Kualitatif dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
  9. Lexi J. Moleong. 2002. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
 10. Lexi J. Moleong. 2006. Metodelogi Penelitian Kualitatif.                  Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultur Sekolah

Media Pembelajaran

Kompetensi Guru Profesional